Gaya bahasa yang tepat sangat penting karena membuat output lebih relevan dan mudah dipahami.
- Pertimbangkan Audiens: Siapa yang akan menerima output?
- Untuk pelajar atau anak-anak, gunakan bahasa sederhana dan mudah dimengerti.
- Untuk profesional, pilih bahasa formal dan teknis.
- Untuk audiens umum, pilih bahasa yang lebih santai dan bersahabat.
- Contoh:
- Audiens pelajar: "Jelaskan proses fotosintesis dengan bahasa sederhana untuk siswa SMP."
- Audiens profesional: "Ringkas perubahan peraturan perpajakan terbaru untuk konsultan pajak."
Tips:
- Sesuaikan formalitas bahasa. Gunakan nada santai untuk umum dan nada formal untuk profesional.
- Jika audiens tidak jelas, pilih gaya bahasa netral.